*** BEST SOUND SYSTEM JAKARTA, Jl. Asembaris Raya F. Barat no.40A Kebonbaru Tebet, Jakarta Selatan (12830) Telp: 62.021.83705116 ***

Rabu, 24 September 2014

Menara Tambat Banyu Urip






Selepas dari pintu tol Cilegon Timur, berbelok ke kanan, dan kami dihadang dengan jalanan yang menyempit dan berdebu. Tanah kering di siang itu berhamburan tersapu ke sana sini oleh kendaraan-kendaraan berat yang melintas dari dua arah. Tronton dan trailer berjalan pelan-pelan menapaki jalanan yang sudah tidak terlihat lagi aspalnya, yang ada hanyalah tanah merah bercampur debu putih dari galian bukit-bukit di kiri jalan yang tidak lama lagi akan rata dengan tanah, entah mau diambil tanahnya untuk menguruk lembah-lembah entah ada yang dicari dari dalam tanah itu, aku tidak tahu, yang aku tahu adalah semakin sedikit jumlah bukit di daerah Bojonegara Cilegon itu.
Mendekati lokasi yang dituju, kanan kiri jalan sudah mulai dipenuhi oleh umbul-umbul yang berisi pengumuman acara: Peresmian Menara Tambat Proyek Lapangan Minyak Banyu Urip, 19 September 2014. Sumuranja, Pulo Ampel, Merak-Serang.
Tiba di pintu gerbang pertama waktu sudah menunjukkan jam 2 siang. Seperti pada umumnya ditempat-tempat perakitan alat-alat berat, sebelum kami masuk, dicegat dulu oleh satpam dan diharuskan mengenakan helm proyek berwarna putih, baju lengan panjang berwarna putih juga, lalu kacamata khusus, dan sepatu bot yang dibagian jari kakinya dikasih besi. Pada awalnya, aku khususnya merasa agak risih dan tidak nyaman memakai pakaian seperti itu, apalagi dengan sepatu botnya yang agak berat bikin pegel sendi kaki dan tumit. Namun, setelah kami menginjakkan kaki di lapangan perakitan milik PT Bakrie Construction itu, baru aku sadari, rupanya pakaian itu memang sudah dirancang khusus untuk safety/keamanan diri. Terima kasih pengelola….
Ada dua tenda besar sudah berdiri kokoh di tengah lapangan sedikit minggir ke arah pantai. Di sekelilingnya terdapat bangunan-bangunan konstruksi baja, yang masih dalam tahap perakitan dan yang sudah jadi. Kok seperti lego ya…. Itu mainan anak-anak yang bisa disusun untuk membuat suatu bangunan.
Menjelang sore baru kami bisa menyusun instalasi sound di tenda yang agak kecil yang nantinya untuk tempat makan para tamu undangan, itupun kami masih harus berbaur dengan kesibukan bagian lain yang sedang menyelesaikan tenda bagian dalam, bagian kursi-meja, panggung musik, kontraktor ac dan… rame-rame lah semua dengan kesibukan masing-masing.
Dan menjelang malam kami baru bisa menggarap instalasi sound di tenda utama yang nantinya akan dipakai untuk upacara peresmian, karena bagian dalam tenda memang baru selesai.
Besoknya, hari Jum’at, acara dimulai dengan makan siang para tamu di tenda kecil itu lalu sebagian tamu yang mau melaksanakan shalat Jum’at dilayani oleh 2 buah bis kecil yang dengan senang hati mau mengantar dan menjemput para undangan. Karena letak masjid jaminya terletak di dekat pintu pertama areal ini yang kalau disengajain dengan jalan kaki lumayan berkeringat juga, ditambah memang panas terik matahari menyengat juga rasanya.
Acara puncak dimulai setelah para tamu menyelesaikan makan siang yang diselingi waktu shalat Jum’at tadi,. Semua para undangan berkumpul di tenda besar. Kami para kontraktor menyebar di beberapa tempat untuk mengantisipasi semua kemungkinan yang terjadi.
Deputi Pengendalian Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), pak Muliawan, meresmikan fasilitas mooring tower atau menara tambat untuk ditempatkan di lapangan minyak dan gas (migas) Banyu Urip, Blok Cepu.
Menara tambat ini, jelas pak Muliaman, adalah serangkaian konstruksi baja dalam proyek konstruksi EPC (Engine Procurement Construction)-3 Proyek Banyu Urip yang merupakan bagian dari infrastruktur pengiriman minyak lepas pantai. Menara tambat ini merupakan fasilitas yang menghubungkan fasilitas air muat terapung (floating storaget offloading/ FSO) Gagak Rimang dengan menara tambat di lepas pantai Palang, Tuban.
Menara ini akan dikirim ke Tuban pada akhir September 2014. Menara tambat ini dibuat oleh PT Rekayasa Industri dan Likpin, LLC. Adapun, struktur menara tambat dibuat di sarana perakitan milik PT Bakrie Construction di Sumuranja, PuloAmpel, Serang, Banten.
Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Project Executive Mobil Cepu Ltd., Daniel Wieczyinski, Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu, Amril T. Mandailing, dan Ketua Badan Kerjasama PI Blok Cepu, Hadi Ismoyo. Alhamdulillah acara berlangsung sukses, hanya insiden-insiden kecil yang terjadi, seperti turunnya voltase sampai 150 V menjelang acara peresmian dimulai yang hampir-hampir membuat kami darting (darah tinggi alias kesel dan bingung).
Selamat dan Sukses untuk proyek EPC-3 Banyu Urip Blok Cepu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar