Mempelajari hasil pengalaman waktu pemasangan kami yang
sudah cukup panjang (dari tahun 2004) dalam pemakaian Headset Receiver baik itu
system Analog ataupun Digital, maka diantara para peserta pengguna HR
(singkatan penulis untuk Headset Receiver) terutama dikalangan awam yang
notabene baru sekali pada saat acara itu mereka mempergunakan alat ini, maka
suka terdengar keluhan seperti:
- alatnya tidak berfungsi waktu acara makan/break yang mana di podium tidak ada pembicara
- alat ini tidak bekerja waktu dibawa keluar ruangan
- timbul suara noise yang bisa memekakan telinga waktu bagian kaca dari alat ini tersentuh badan atau tangan
- suara penerjemah yang terdengar di speaker headset kecil sekali dikalahkan oleh suara noise waktu alat ini dipegang tampak depannya menghadap ke badan.
- sering suara noise mengganggu suara penerjemah saat alat ini melewati deretan lampu LED seperti dibagian podium yang suka menayangkan gambar-gambar atau film-film.
Baiklah kami
jawab keluhan-keluhan itu demikian:
* Headset Receiver
kami memang dirancang mempergunakan infra merah sebagai mediator untuk
memancarkan suara penterjemah dari dalam booth ke masing-masing alat HR yang
dipegang peserta, yang mana pancaran Infra Merah ini memancarkan frekwensi dalam
radius tertentu dan tidak dapat menembus dinding/pembatas ruangan, karenanya
frekwensi suara penterjemah terbatas hanya dapat didengar melalui HR itu dalam
satu ruangan saja. Tidak seperti halnya alat-alat HR di rental lain yang
mempergunakan media pemancarnya dengan frekwensi Radio yang bisa didengarkan
diluar ruangan. Inilah salah satu keunggulan alat kami, frekwensi yang
dipancarkan alat kami sangat terlindungi dalam satu ruangan saja, sehingga jika
perkataan yang diterjemahkan sangat rahasia, akan terjaga kerahasiaannya itu
dalam ruangan itu saja. Karenanya badan-badan/instansi-instansi pemerintahan
sampai ke tingkat kepresidenan cocok dengan alat kami, karena acara-acara yang
diadakan seringkali pembicaraan tertutup.
Infra Merah Transmitter. Foto pemasangan Infra di acara Ninth Ministerial Conference WTO-OMC 9 2013, yang kami ikuti. |
* HR ini akan
bekerja selama ada sinyal suara dari penterjemah, jadi jika pada waktu sekian
menit si penterjemah tidak bicara maka HR akan mati dan perlu dihidupkan lagi.
* Cara memegang HR
adalah letakkan atau pegang di depan badan dengan bagian belakang HR nya yang
menghadap badan, sedang bagian depannya dibiarkan bebas menghadap ke depan.
* Gelas/kaca yang
terdapat dibagian atas HR ini melindungi bagian sirkuit penangkap sinyal frekwensi
yang dipancarkan dari Infra Merah sehingga jika bagian gelas/kacanya tersentuh
tangan atau badan maka listrik yang terkandung dalam badan kita akan mengganggu
penangkap sinyal itu.
* HR bekerja
menangkap sinyal frekwensi dari Infra Merah, dan layar LED yang mengeluarkan
sinar terang sekali memiliki frekwensi tertentu, sehingga frekwensi alat kita
akan saling mengalahkan dengan frekwensi dari layar.
Untuk
mengingatkan kembali kepada Anda-anda yang sudah pernah menggunakan HR kami dan
untuk Anda yang baru akan menggunakannya, baiklah kami akan bahas satu persatu
dari alat-alat kami sebagai gambaran.
Gambar Headset Receiver Analog beserta Speaker Headsetnya. |
Gambar Headset Receiver Digital. |
Langkah pemakaian Headset
Receiver Analog:
2. Pasangkan speaker headset di telinga Anda.
3. Tekan
tombol ON untuk mulai menyalakan
receiver. Lampu LED berwarna akan menyala selama tombol ON dipijit. Lepaskan
tombol ON (lampu LED akan mati) dan receiver langsung hidup dan suara
penerjemahpun akan segera terdengar di speaker headset Anda.
4. Putar tombol
volume, sesuaikan kencang pelannya suara yang terdengar di speaker headset dengan
selera Anda.
5. Putar pencari channel
bahasa, pada headset receiver analog terdapat 12 channel bahasa (0-11 atau
1-12), sesuaikan dengan bahasa yang Anda mengerti.
6. Receiver
akan hidup terus selama ada sinyal yang terpancar dari booth penterjemah dan
akan mati secara otomatis beberapa saat setelah sinyal hilang/mati.
7. Bila
receiver mati, segera pijit tombol ON nya, lalu lepas lagi, dan suara
penterjemah akan terdengar lagi dari speaker headset Anda.
8. Pegang
receiver di depan badan kita dengan gelas penangkap sinyal menghadap keluar.
Jangan pegang gelas penangkap sinyal itu karena akan menyebabkan suara nois
yang keras pada speaker receiver.
Langkah pemakaian Headset
Receiver Digital:
2. Pasangkan speaker headset di telinga Anda.
3. Tekan tahan tombol
volume atau tombol channel bahasa
untuk mulai menyalakan receiver. Layar LCD pun akan segera menyala. Tampilan pertama dari layar itu adalah
angka dari channel bahasa. Pada headset
receiver digital terdapat 32 channel bahasa (0-31 atau 1-32), tekan tombol ke
kanan untuk mencari channel ke angka lebih besar dan tombol ke kiri untuk channel
ke angka lebih kecil, bila posisi channel ada di channel 31 sedangkan anda akan
pindah ke channel 0 / 1 (biasanya ini untuk bahasa yang timbul dari floor) Anda
tinggal menekan tombol panah kanan saja, sistim penomoran channel pada receiver
ini didesain secara rotary agar memudahkan kita untuk menuju channel yang
diinginkan. Bisa dibayangkan seandainya penomorannya tidak rotary, jika posisi channel
kita ada di 31 sedang kita akan ke channel 3 misalnya, maka kita harus menekan tombol
panah kiri berulang-ulang sebanyak 29 kali tekan sampai angka yang dituju. Tapi
dengan adanya sistim rotary ini, maka kita akan lebih cepat mencapai angka itu
dengan menekan tombol panah kanan hanya dengan 4 kali tekan. Dengan demikian
Anda tidak akan kehilangan banyak momen penting dari pembicaraan yang sedang
berlangsung. Sesuaikan channel bahasa dengan bahasa yang Anda mengerti.
Contoh pada gambar, channel bahasa yang sedang aktif adalah channel 31. |
4. Tekan tombol plus (+) untuk memperbesar volume suara di
speaker headset Anda dan tanda min (-) untuk mengecilkan volume suaranya.
Receiver menyediakan volume sampai level 15, untuk sistim penomoran volume ini
tidak rotary.
Contoh pada gambar, volume yang sedang aktif adalah paling maksimal yaitu level 15. |
5. Receiver akan hidup terus selama ada sinyal yang
terpancar dari booth penterjemah dan akan mati secara otomatis beberapa saat
setelah sinyal hilang/mati.
6. Bila receiver mati, segera tekan tahan tombol volume atau
tombol channel sampai receiver hidup dan suara penterjemah akan terdengar lagi
di speaker headset Anda.
7. Pegang receiver di depan badan kita dengan gelas
penangkap sinyal menghadap keluar. Jangan pegang gelas penangkap sinyal itu
karena akan menyebabkan suara nois yang keras pada speaker receiver.